Ekonomi
Islam dan Pembangunan Umat
Agama Islam
merupakan agama penyempurna dari agama-agama sebelumnya. Kesempurnaan agama
Islam dapat dilihat dari cara Islam
mengatur segala aspek kehidupan manusia, bukan hanya mengatur urusan pribadi
saja melainkan urusan politik, urusan hukum bahkan urusan ekonomi pun diatur
oleh Islam. Oleh karena itu segala sesuatunya saling berkaitan dalam Islam, tidak
ada pemisahan antara suatu aspek dengan agama semuanya sudah terkumpul dalam satu sistem yaitu
sistem Islam.
Dalam sistem Islam
terdapat beberapa bagian yang diatur oleh islam, salah satunya yaitu sistem
ekonomi. Sistem ekonomi Islam bukan lah suatu sistem yang baru melainkan suatu
sistem yang sudah ada sejak 14 abad yang lalu. Namun kebanyakan orang lebih
mengenal sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis atau lebih dikenal
dengan sistem ekonomi konvensiaonal dibandingkan dengan sistem ekonomi Islam.
Sistem ekonomi islam mulai dikenal oleh masyarakat setelah mereka merasa resah
dengan sistem ekonomi yang mereka
gunakan. Khususnya setelah terjadinya krisis ekonomi yang sangat menyentuh
masyarakat. Keresahan yang dirasakan mereka diakibatkan oleh ketidakadilan yang
mendorong manusia untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Ditengah krisis
sistem ekonomi konvensional yang meresahkan masyarakat, ekonomi Islam datang
sebagai alternatif dari sistem yang meraka gunakan. Maka disini terdapat sebuah
pembangunan dari keresahan masyarakat
terhadap ekonomi konvensionl menuju ekonomi Islam yang sebagai jawaban atas
keresahan mereka. Dalam sebuah diskusi yang bertema “Wujud Sistem Ekonomi Islam
dan Memaksimalkan Sumber Energi Alam untuk Kemaslahatan Umat” Rais Aam PBNU KH
Ma’aruf Amin menyebutkan bahwa ekonomi
Islam sedang merintis model perekonomian alternatif di tengah praktik ekonomi
global yang sarat dengan unsur ribawi atau mengandung riba dan condong terhadap
eksploitatif. Kiai Ma’ruf melihat bahwa ekonomi islam menawarkan pembebasan
dunia perekonomian dari kezaliman yang berbasis keuntungan (Akun Line Studi
Ekonomi Islam). Oleh karena itu penulis
akan meberikan deskripsi singkat mengenai ekonomi Islam dan pebangunan umat.
Ekonomi Islam
Sistem ekonomi
Islam yang sudah lama ada sebelum adanya sistem konvensioal namun fenomena yang
terlihat dari perkembangan ilmu modern, ekonomi Islam masih dalam tahap
pengembangan karena ekonomi Islam sudah terlalau lama ditinggalkan oleh
umatnya. Berbagai pemerintahan di dunia Islam dari mulai kolonial penjajah
hingga saat ini senantiasa memisahkan Islam dari dunia ekonomi. Lantas jika
mengacu pada apa yang dikatakan oleh Thomas Khun, bahwa masing-masing sistem
itu memiliki paradigma, maka inti paradigma ekonomi Islam sudah tentu bersumber
dari Al-Qur’an dan Hadist. (Mustafa Edwin Nasution dan teman-teman, Pengenalan
Eksklusif Ekonomi Islam, hlm 12)
Ekonomi Islam juga
memiliki sifat dasar sebagai ekonomi Rabbani dan insani. Ekonomi islam disebut
ekonomi Rabbani karena didalam ekonomi Islam terdapat nilai-nilai Ilahiah.
Kemudian ekonomi Islam dikatakan sebagai Insani karena sistem ekonomi islam
dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. (Qardhawi, Peran Nilai dan
Moral dalam Perekonomi Islam). Jadi sistem ekonomi ini memiliki keseimbangan
antara dua dimensi yaitu dimensi horizontal dan juga dimensi vertikal maka
tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ekonomi Islam merupakan ilmu ekonomi dan
sistem ekonomi yang sangat komperhensif untuk diaplikasikan dalam dunia
perekonomian pada saat ini.
Pembangunan Umat
Islam sangat
memperhatikan masalah pembangunan ekonomi, namun tetap pembangunan umat manusia
merupakan bagian terpenting. Semua aspek yang berkaitan dengan pembangunan
ekonomi harus menyatu dengan pembangunan umat manusia secara keseluruhan.
Khurshid Ahmad, menegaskan bahwa konsep pembangunan Islami sebenarnya dapat
ditarik dari konsep tazkiyah, yang berarti penyucian terhadap sikap dan
hubungan dengan Allah dan dengan sesamanya. Hasil dari tazkiyah adalah falah
yang berarti sukses di dunia dan akhirat. (Fadlan, Jurnal Konsep Pembangunan
Ekonomi Berbasis Islam, 265)
Dalam suatu
pembangunan, unsur yang terpenting ialah unsur manusiawi, dan tidak dapat
dinafikan bahwa konsep pembangunan Islam merupakan konsep yang bersifat
komperhensif yang mengoptimalkan faktor kesejahteraan manusia, akhlak,
kebendaan, kerohanian, ekonomi dan sosial. Maka dapat di simpulkan bahwa
ekonomi islam merupakan sistem ekonomi yang berorientasi kepada manusia dan
masyarakat bukan berorientasi pada individualisme dan juga ekonomi islam
memiliki konsep keseimbangan antara dua dimensi yaitu dimensi horizontal dan
vertikal yang membuat sistem ekonomi Islam menjadi sistem ekonomi yang
sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar