Minggu, 01 November 2015


Ekonomi Islam dan Pembangunan Umat
           

            Agama Islam merupakan agama penyempurna dari agama-agama sebelumnya. Kesempurnaan agama Islam dapat dilihat dari cara Islam  mengatur segala aspek kehidupan manusia, bukan hanya mengatur urusan pribadi saja melainkan urusan politik, urusan hukum bahkan urusan ekonomi pun diatur oleh Islam. Oleh karena itu segala sesuatunya saling berkaitan dalam Islam, tidak ada pemisahan antara suatu aspek dengan agama semuanya  sudah terkumpul dalam satu sistem yaitu sistem Islam.
            Dalam sistem Islam terdapat beberapa bagian yang diatur oleh islam, salah satunya yaitu sistem ekonomi. Sistem ekonomi Islam bukan lah suatu sistem yang baru melainkan suatu sistem yang sudah ada sejak 14 abad yang lalu. Namun kebanyakan orang lebih mengenal sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis atau lebih dikenal dengan sistem ekonomi konvensiaonal dibandingkan dengan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi islam mulai dikenal oleh masyarakat setelah mereka merasa resah dengan  sistem ekonomi yang mereka gunakan. Khususnya setelah terjadinya krisis ekonomi yang sangat menyentuh masyarakat. Keresahan yang dirasakan mereka diakibatkan oleh ketidakadilan yang mendorong manusia untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Ditengah krisis sistem ekonomi konvensional yang meresahkan masyarakat, ekonomi Islam datang sebagai alternatif dari sistem yang meraka gunakan. Maka disini terdapat sebuah pembangunan  dari keresahan masyarakat terhadap ekonomi konvensionl menuju ekonomi Islam yang sebagai jawaban atas keresahan mereka. Dalam sebuah diskusi yang bertema “Wujud Sistem Ekonomi Islam dan Memaksimalkan Sumber Energi Alam untuk Kemaslahatan Umat” Rais Aam PBNU KH Ma’aruf Amin  menyebutkan bahwa ekonomi Islam sedang merintis model perekonomian alternatif di tengah praktik ekonomi global yang sarat dengan unsur ribawi atau mengandung riba dan condong terhadap eksploitatif. Kiai Ma’ruf melihat bahwa ekonomi islam menawarkan pembebasan dunia perekonomian dari kezaliman yang berbasis keuntungan (Akun Line Studi Ekonomi Islam).  Oleh karena itu penulis akan meberikan deskripsi singkat mengenai ekonomi Islam dan pebangunan umat.


Ekonomi Islam
            Sistem ekonomi Islam yang sudah lama ada sebelum adanya sistem konvensioal namun fenomena yang terlihat dari perkembangan ilmu modern, ekonomi Islam masih dalam tahap pengembangan karena ekonomi Islam sudah terlalau lama ditinggalkan oleh umatnya. Berbagai pemerintahan di dunia Islam dari mulai kolonial penjajah hingga saat ini senantiasa memisahkan Islam dari dunia ekonomi. Lantas jika mengacu pada apa yang dikatakan oleh Thomas Khun, bahwa masing-masing sistem itu memiliki paradigma, maka inti paradigma ekonomi Islam sudah tentu bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. (Mustafa Edwin Nasution dan teman-teman, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, hlm 12)
            Ekonomi Islam juga memiliki sifat dasar sebagai ekonomi Rabbani dan insani. Ekonomi islam disebut ekonomi Rabbani karena didalam ekonomi Islam terdapat nilai-nilai Ilahiah. Kemudian ekonomi Islam dikatakan sebagai Insani karena sistem ekonomi islam dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. (Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomi Islam). Jadi sistem ekonomi ini memiliki keseimbangan antara dua dimensi yaitu dimensi horizontal dan juga dimensi vertikal maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ekonomi Islam merupakan ilmu ekonomi dan sistem ekonomi yang sangat komperhensif untuk diaplikasikan dalam dunia perekonomian pada saat ini.

Pembangunan Umat
            Islam sangat memperhatikan masalah pembangunan ekonomi, namun tetap pembangunan umat manusia merupakan bagian terpenting. Semua aspek yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi harus menyatu dengan pembangunan umat manusia secara keseluruhan. Khurshid Ahmad, menegaskan bahwa konsep pembangunan Islami sebenarnya dapat ditarik dari konsep tazkiyah, yang berarti penyucian terhadap sikap dan hubungan dengan Allah dan dengan sesamanya. Hasil dari tazkiyah adalah falah yang berarti sukses di dunia dan akhirat. (Fadlan, Jurnal Konsep Pembangunan Ekonomi Berbasis Islam, 265)

            Dalam suatu pembangunan, unsur yang terpenting ialah unsur manusiawi, dan tidak dapat dinafikan bahwa konsep pembangunan Islam merupakan konsep yang bersifat komperhensif yang mengoptimalkan faktor kesejahteraan manusia, akhlak, kebendaan, kerohanian, ekonomi dan sosial. Maka dapat di simpulkan bahwa ekonomi islam merupakan sistem ekonomi yang berorientasi kepada manusia dan masyarakat bukan berorientasi pada individualisme dan juga ekonomi islam memiliki konsep keseimbangan antara dua dimensi yaitu dimensi horizontal dan vertikal yang membuat sistem ekonomi Islam menjadi sistem ekonomi yang sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar