Mengembalikan Peran Mahasiswa dengan SCC UII
Pemuda merupakan
masa depan sebuah bangsa. Seperti perkataan Presiden pertama Negara RI “Beri
aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10
pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” Bung Karno pun menegaskan betapa
pentingnya pemuda bagi sebuah bangsa. Ibarat sebuah padi pemuda lah benihnya,
jika benihnya buruk maka hasilnya akan buruk begitu pula sebaliknya. Jadi baik
buruknya sebuah negara dilihat dari kualitas pemudanya karena para pemuda
adalah penerus dan pewaris suatu bangsa atau negara. Ketika membicarakan mengenai pemuda, terlintas
sebuah nama sebutan yaitu mahasiswa yang disandang sebagai para calon
intelektual yang akan memberikan warna terindah bagi sebuah bangsa dengan
semangatnya. Sebagai calon intelektual, mahasiswa mamiliki peran penting yaitu
sebagai agent of change, sebagai social control dan sebagai iron stock. Itulah
peran mahasiswa yang sudah tidak asing lagi ditelinga para mahasiswa. Namun yang
menjadi pertanyaan adalah apakah peran tersebut sudah terealisasikan di dalam
kehidupan keseharian mahasiswa? Melihat fenomena disekitar, mahasiswa atau pun
pemuda saat ini telah mengalami degradasi moral, lupa akan tanggung jawab,
terlena dengan kesenangan dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa
memberikan perubahan bagi suatu bangsa. Kebanyakan mahasiswa yang di incar saat
duduk dibangku kuliah hanyalah nilai akademis, gelar, setelah lulus mempunyai
pekerjaan. Lebih parahnya lagi terdapat mahasiswa yang tidak memberikan contoh
yang baik bagi masyarakat melainkan lebih banyak berorientasi pada hedonisme. Sangat
disayangkan sekali jika sebuah penyandang mahasiswa pola pemikiran dan sikapnya
seperti itu, dunia mahasiswa ini amatlah luas setiap orang dapat
mengekspresikan dirinya sendiri sesuai kemampuannya dan soft skill setiap
mahasiswa pun dapat di asah pada masa ini.
Dalam pengembangan
mahasiswanya setiap perguruan tinggi
mungkin sudah menyediakan fasilitas agar digunakan untuk kegiatan-kegiatan
kemahasiswaan bukan hanya kegiatan akademik saja. Salah satunya yang
menyediakan fasilitas kemahasiswaan yaitu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta
Universitas Islam Indonesia, yang memberikan
fasilitas berupa SCC dengan kepanjangannya yaitu Student Convention Centre,
yang dapat dijadikan pusat kegiatan bagi para pelajar, masyarakat umum dan
khusunya mahasisiwa UII sendiri. Dalam
regulasi manajerial Student Convention Centre pasal 5 disebutkan bahwa tujuan
bagi gedung SCC UII ini yaitu Pertama, SCC dijadikan sebagai sarana
aktualisasi bagi aktivis lembaga mahasiswa UII. Kedua, meningkatkan
peran serta mahasiswa dalam pengembangan mutu akademik. Ketiga, SCC
dijadikan sebagai tempat pusat kegiatan bagi mahasiswa UII. Keempat, SCC
digunakan sebagai tempat melaksanakan kegiatan bagi mahasiswa umum dan
masyarakat luas. Dan kelima, SCC turut mempercepat tercapainya visi dan
misi UII.
Dengan tujuan dan
manfaat di atas maka fasilitas berupa gedung SCC dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
bagi para mahasiswa seperti kegiatan seminar, diskusi, pelatihan atau training
dan hal-hal yang menumbuh kembangkan sikap kepemimpinan bagi kalangan pemuda
khususnya mahasiswa apalagi UII ini terlahir dari para pahlawan bangsa
Indonesia. Berupa adanya gedung SCC UII juga
dapat dibentuk pelatihan-pelatihan seperti sanggar seni atau pelatihan
pengembangan seni budaya Indonesia, karena dapat dilihat masih kurangnya
kegiatan mengenai seni budaya di UII,
walaupun ada akan tetapi belum banyak fasilitas yang didapatakannya. Sedangkan
jika di lihat pelatihan seni budaya dapat dijadikan wadah untuk memajukan
bangsa ini apabila diperkenalkan ke bangsa lain dan juga dapat dijadikan
sebagai prestasi bagi UII sendiri jika mahasiswa UII dilatih dan dikembangkan. Dari
semuanya yang terpenting adalah dapat mengembalikan peran mahasiswa dalam
memberikan perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar